Kamis, 07 November 2013

stimulasi-terbaik-pada-masa-emas-mengoptimalkan-kecerdasan-anak

Masa emas perkembangan otak merupakan masa yang sangat penting. Pada masa ini struktur otak balita mengalami perkembangan yang sangat pesat. Stimulasi yang diberikan pada masa ini akan berpengaruh besar pada kecerdasan, kreatifitas dan perilaku anak. Proses perkembangan otak ini berlangsung sangat cepat hingga balita berusia 3tahun.
Seorang bayi ternyata adalah jenius kecil yang tak pernah kita kira. Asalkan kita tahu bagaimana memberikan pendidikan dini kepada bayi kita. Karena orang tua adalah guru satu-satunya bagi seorang bayi dalam tahun-tahun pertamanya. Berdasarkan penelitian para ahli neurologi, perkembangan otak anak usia 6 tahun mencapai 9/10 otak orang dewasa. Ini berarti anak dengan usia 0-10 tahun, memiliki penyerapan informasi dan kemampuan belajar yang sangat luar biasa.
Pada usia 8 bulan, otak bayi memiliki sekitar 1000 triliun sambungan saraf. Pada usia 10 tahun, jumlah itu berkurang menjadi hanya 500 triliun atau kurang dari itu.Pengalaman pada usia dini berdampak terhadap penurunan jumlah sambungan saraf. Otak bekerja atas dasar “gunakan; kalau tidak, hilang”.
Penelitian pada anak-anak yang terabaikan, yang jarang disentuh atau diajak berbicara, dan yang memiliki sedikit saja kesempatan untuk menjelajahi dan bereksperimen dengan mainan, memiliki otak yang ukurannya 20-30% lebih kecil daripada kebanyakan anak seusia mereka.
50% kemampuan belajar dikembangkan dalam empat tahun pertama kehidupan, 30% lagi sampai usia 8 tahun dan 20% sisanya pada usia 18 tahun. Segala yang kita pelajari kemudian berkembang dari pola-pola yang dibakukan pada tahun-tahun tersebut.
“Para ahli ilmu saraf telah menegaskan bahwa derap pertumbuhan terbesar otak mencapai akhirnya sekitar usia 10 tahun” ~ A Child Brain – Majalah  TIME.
Karena waktu yang sangat terbatas ini sebaiknya orangtua memanfaatkannya dengan baik, dengan cara memberikan stimulasi sebanyak-banyaknya sejak dini. Stimulasi yang diberikan pada masa ini sangat efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan balita. Sebaliknya, stimulasi yang kurang akan mempengaruhi kecerdasan balita. Namun stimulasi harus diberikan secara menyeluruh pada berbagai aspek misalnya system penginderaan meliputi pendengaran, penglihatan, peraba, penciuman dan pengecapan. Selain itu stimulasi juga harus merangsang gerakan kasar maupun halus serta merangsng perasaan dan pikiran balita.
            Lalu apa yang harus diperhatikan orangtua dalam memberikan stimulasi pada balita? Pertama adalah stimulasi harus dilakukan dengan cara bermain, dalam suasana yang menyenangkan, penuh kegembiraan dan kasih sayang. Berikan stimulasi sesuai dengan usia dan tahapan tumbuh kembang balita.
Apakah Anda memanfaatkan sebaik-baiknya tahun-tahun yang paling berdampak tersebut dalam pendidikan anak Anda?
informasi by : ensiklopedia anak 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar